10 Cara Mengajarkan Anak Agar Rajin Sholat, Tidak Malas

Salah satu pola sukses seseorang istiqamah sholat adalah, sudah dibiasakan sejak kecil. Kebanyakan seperti itu.

Kalau tidak dari kecil dibiasakan, maka perlu usaha ekstra mengajarkannya kelak saat dewasa.

Meski memang saat masih kecil juga bukannya pasti mudah, namun setidaknya lebih mudah dan lebih ‘untung’ dibandingkan baru memulainya sejak dewasa. Di samping memang hukumnya wajib mengajarkan anak tentang Islam, sejak ia kecil.

Nah, maka dari itu, silahkan simak cara berikut ini untuk mengajarkan anak Anda agar insyaAllah senantiasa sholat.

1. Rutinkan ia mendapatkan kisah-kisah Islami; simak bagaimana orang-orang yang ta’at pasti bahagia dan selamat, sementara yang maksiat pasti sengsara

Ada 3 hal yang insyaAllah bisa membuat anak senantiasa menjaga sholatnya. Yaitu:

  • Pemahaman (argumen/penjelasan) secara teori tentang wajibnya sholat
  • Kebiasaan, sudah dari dulu dia selalu sholat
  • Perasaan, enaknya dan bagusnya sholat itu

Nah, di poin ini kita ingin membahas yang “perasaan”.

Salah satu cara membentuk, memelihara, dan menumbuhkan perasaan Islami (syu’ur Islam) pada diri anak adalah; dengan banyak memberikannya kisah-kisah Islami. Baik itu kisah Nabi, Rasul, Sahabat, Ulama, Tokoh Muslim, dan sebagainya.

Dari kisah-kisah seperti itu, dia akan memiliki banyak pemahaman dan perasaan betapa bahwa keta’atan kepada Allah itu akan selalu berujung pada kebahagiaan dan keselamatan. Dan sebaliknya, betapa kemaksiatan akan selalu berujung pada kesengsaraan.

Maka, siapa yang menjaga sholat pasti insyaAllah akan senantiasa membuatnya bahagia dan selamat. Sebaliknya, bila bermaksiat, ia akan sengsara. Bisa jadi dampaknya di Akhirat, bisa jadi juga di Dunia.

2. Yang jelas, orang tua pun harus istiqamah menjaga sholatnya

Ini jelas wajib. Karena kalau ini tidak dilakukan, akan menjadi blunder. Masak anaknya harus sholat, tapi orang tuanya kok tidak sholat?

Dan tentunya bukan hanya ibu saja atau ayah saja yang sholat. Melainkan keduanya, harus sama-sama sholat. Sekiranya hanya salah satunya saja yang senantiasa sholat, sementara satunya lagi nyaris atau bahkan tak pernah sholat, maka agak blunder juga.

Lebih baik lagi kalau bukan sekadar orang tua yang senantiasa sholat, melainkan juga kakek-nenek, kakak-adik, dan lain-lainnya. Semuanya. Semakin banyak orang di sekitar anak yang senantiasa sholat, maka secara perasaan anak pun akan ingin senantiasa sholat juga.

Karena kadang yang namanya anak-anak, bisa beralasan tidak sholat karena ada orang-orang terdekatnya yang tidak sholat. Seperti misalnya, “Ah itu Kakak nggak sholat juga kok!”, “Ah itu Ayah tidur pas adzan, nggak sholat!”

Selain soal istiqamah, ada baiknya juga orang tua dan orang-orang sekitar meningkatkan kualitas dan kuantitas sholatnya.

  • Kualitas sholat, dari sisi kekhusyu’annya, maupun kesempurnaan gerakannya
  • Kuantitas sholatnya, bisa ditambah dengan sholat-sholat sunnah seperti dhuha, tahajjud, rawatib, dan sebagainya.

Mungkin hal ini sekilas sederhana, tapi keteladanan itu hal utama yang wajib ada.

Keteladanan itu jauh ‘lebih keras’ masuk ke pemikiran anak, dibandingkan sekadar penjelasan kata-kata.

3. Ajak anak untuk ke Masjid, kemudian adakan hal-hal yang menarik baginya saat jalan ke Masjid ataupun sepulang dari Masjid

Bagi anak yang masih kecil, barangkali mungkin belum bisa memahami argumen. Maka, setidaknya untuk awal-awal, buat dia merasakan kesenangan.

Misalnya, bagi sebagian anak-anak, ia senang bila jalan-jalan ke luar. Baik itu jalan kaki, ataupun naik kendaraan. Maka, ajak ia untuk jalan ke Masjid. Agar ia bisa merasakan kesenangan pula.

Sembari itu, selama dia perjalanan, Anda juga bisa mengajaknya mengobrol, bercanda bermain, dan sebagainya. Agar tertanam pada pikiran bawah sadarnya, dan ia memiliki pengalaman, bahwa jalan menuju ke Masjid untuk sholat itu adalah hal yang menyenangkan.

Selain itu, seusai sholat di Masjid, Anda juga bisa mengajaknya jajan atau mungkin sekadar memperlihatakan hal-hal yang menarik seperti misalnya taman; sebelum pulang ke Rumah. Ini juga bagian dari menanamkan rasa menyenangkan yang terjadi padanya sekitar sebelum/sesudah sholat.

4. Tunjukkan sikap tidak rela apabila ia tidak mau sholat

Bila anak sudah semakin besar, kemudian malas untuk sholat bahkan tidak mau setelah sudah dibujk berkali-kali dengan baik-baik, maka tunjukkan sikap tidak rela terhadap sikapnya seperti itu.

Tidak mesti dengan marah berlebihan hingga mengeluarkan suara yang keras. Barangkali bisa dengan menunjukkan mimik wajah saja.

Namun yang perlu dicatat, sikap tidak rela seperti itu hanya ditampakkan bila:

  • Selama ini dia sudah biasa sholat, namun tiba-tiba jadi malas
  • Sudah dibujuk baik-baik

5. Pastikan ia memiliki teman-teman yang senantiasa menjaga sholatnya juga

Satu cara ini cukup efektif, dan memang alhamdulillah lumayan banyak orang tua yang anak-anaknya sukses senantiasa sholat.

Yaitu, pastikan ia memiliki teman-teman yang juga sudah biasa sholat.

Karena yang namanya anak, sebenarnya pemahaman mereka tidak hanya didapatkan dari meniru orang tua, saudara, dan guru. Melainkan juga meniru teman-temannya.

Maka, agar bisa mendapatkan teman-teman yang bagus seperti itu, sangat erat kaitannya dengan lingkungan Rumah serta lingkungan PAUD/TK/Sekolah/Pesantren/dll.

Itu dari sisi komunitas si anak. Selain itu, Anda juga bisa mencarikan temannya secara tidak langsung dari komunitas orang tua sendiri, terlebih bila Anda memiliki komunitas yang Islami juga. Maka, normalnya orang-orang di komunitas Anda, memiliki anak-anak yang sholeh juga.

Misalnya begini… Anda bergabung dengan suatu ormas Islam. InsyaAllah, orang-orang di suatu ormas Islam itu termasuk orang-orang yang sholeh. Termasuk Anda. Nah, Anda bisa menghubungkan anak Anda dengan anak-anak teman Anda di satu ormas tersebut. Karena biasanya, anak-anak mereka juga sedang ataupun sudah dididik untuk senantiasa sholat.

6. Berikan hiburan-hiburan yang Islami, seperti misalnya film dan lagu yang Islami

Yang namanya anak-anak, memang dunianya masih lebih dominan dengan berbagai macam permaianan.

Namun, bila kita cermati, sebenarnya tidak semua permainan anak-anak itu tidak bermanfaat. Dan memang cukup banyak hiburan-hiburan anak yang bermanfaat. Seperti misalnya film-film tertentu dan lagu-lagu tertentu, ada yang bersifat edukatif.

Nah, ada baiknya orang tua memilihkan film, lagu, buku; dan media hiburan sebagainya yang edukatif.

Dengan itu pula, Anda bisa memiliki tools tambahan untuk mengajarkan anak Anda.

7. Bila sudah lumayan besar, sekitar 7-10 tahun, mulai ajarkan ia tentang keimanan

Iya, bila anak-anak sudah lumayan besar, misalnya sudah 7-10 tahun, maka ia sudah mulai bisa diajak untuk berfikir dan berargumen.

Dari situ, Anda bisa mengajaknya untuk berfikir untuk menjelaskan bahwa adanya Tuhan, dan benarnya Al-Qur’an. Sehingga, bila ia sudah benar-benar secara bulat mengimani keberadaan Allah dan kebenaran Al-Qur’an, maka konsekuensinya ia wajib mengamalkan perintah Allah yang ada di Al-Qur’an. Termasuk, sholat salah satunya.

Karena bila anak sudah semakin besar, maka ia akan lebih membutuhkan argumen dibandingkan sekadar kebiasaan dan perasaan.

8. Pahamkan ia, bahwa dengan sholat, ia akan lebih mampu menyelesaikan berbagai macam masalah-masalahnya

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45)

Sebenarnya ini ada kaitannya dengan poin pertama di atas, bahwa ta’at pasti berujung bahagia dan selamat. Nah, salah bentuk ta’at, adalah dengan sholat.

Bisa juga Anda ajarkan anak untuk berdo’a saat sujud terakhir dalam hati, terkait apa-apa yang ia inginkan. InsyaAllah, maka Allah akan membantunya.

Bila anak semakin besar, dia bisa lebih diajarkan sholat-sholat lain seperti tahajjud, dhuha, hajat, istikharah, dan lain-lainnya.

9. Do’a kepada Allah, minta agar anak senantiasa sholeh dan semangat menjaga sholatnya

Pada hakikatnya, Allah lah yang Maha Memberikan hidayah. Maka, mintalah kepada Allah, agar anak-anak kita senantiasa istiqamah di jalanNya.

Berikut ini beberapa do’a yang bisa Anda lafadzkan.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku… Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat… Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku…” (QS. Ibrahim: 40)

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa…” (QS. Al-Furqan: 74)

 اَللهم اجْعَلْ اَوْلَادِي مِنْ اَهْلِ الْعِلْمِ وَاَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْهُمْ مِنْ اَهْلِ السُّوْءِ وَاَهْلِ الضَّيْرِ .
اَللهم بَارِكْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي وَاحْفَظْهُمْ وَلَاتَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ
اَللهم اَتِنِي رِضَاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالسَّعَادَةِ وَالشَهَادَةِ وَالْمَغْفِرَةِ

“Yaa Allah… Jadikanlah anak-anakku ahli ilmu dan ahli kebaikan dan jangan jadikan mereka ahli keburukan dan ahli madharat.
Yaa Allah… Berikanlah keberkahan pada keturunanku dan peliharalah mereka dan jangan timpakan keburukan kepada mereka dan karuniakan aku dengan kebaikan mereka.
Yaa Allah… Berikan aku ridhamu di dunia dan dan di akhirat, dan akhirilah hidup kami dengan kebahagiaan dan bacaan syahadat dan ampunan.”

10. Jangan mudah berhenti dan menyerah untuk mengusahakan semua hal-hal di atas, teruslah berusaha

Bila Anda setuju bahwa 9 cara di atas bagus, maka ada baiknya 9 cara di atas benar-benar Anda terapkan semuanya. Jangan hanya 1 atau 2 saja. Kecuali kalau memang ternyata hanya 1 atau 2 cara saja, Anda sudah berhasil. Namun kalau belum, ada baiknya terapkanlah semuanya.

Jangan pernah berhenti di tengah jalan. Selesaikanlah yang sudah Anda mulai. Meski itu sulit dan melelahkan. Namun, akan jauh lebih sulit lagi bila ia tidak diajarkan sejak kecil.

Dan lagi, alhamdulillah sudah banyak kok para orang tua yang berhasil membiasakan anaknya sholat dengan cara-cara di atas. Kalau mereka bisa, insyaAllah Anda juga bisa.