4 Cara Mengendalikan Emosi Anak (Panduan Komprehensif)

cara mengendalikan emosi anak

Sesungguhnya adanya kelembutan dan cinta di antara orang tua dan anak terhadap seruan orang tua dan ketaatan anak-anak kepada orang tuanya. Demikian pula hal itu berpengaruh besar agar anak mengikuti kaedah tingkat laku yang ditetapkan kedua orang tua terhadap mereka. Lalu bagaimana caranya mewujudkan kelembutan bersama anak-anak?

1. Mengetahui sistem ekspresi anak

Hal itu bisa diperoleh dari mengamati tingkat laku anak, ucapan, gerakan kedua tangan, kedua mata, cara bernafas, isyarat-isyarat dan ekspresi-ekspresi wajah.

Anak tipe visual

Anak tipe visual biasanya memiliki suara yang tinggi (keras) ketika berbicara. Gerakan kedua tangannya aktif dan berbicara dengan cepat. Pembicaraannya dipenuhi dengan warna dan gambar (deskripsi).

Anak tipe visual khas biasanya aktif memiliki vitalitas, bersemangat dan tenaga yang besar. Untuk meyakinkan anak tipe visual memerlukan berbagai argumentasi dan bukti.

Anak tipe visual suka ketertiban dan aturan, memperhatikan detil-detil sesuatu yang ada di depannya. Anak tipe visual biasanya perlu menulis dan menggambar apa yang ia dengar dan lihat. Biasanya anak tipe visual perhatian terhadap kesalahan-kesalahan dictasi yang dituliskan dan cepat mencapai baligh.

Adapun matanya, anak tipe visual biasanya cenderung mengarah ke kiri atas ketika mengingat-ingat dan ke arah tengah atas ketika mengingat-ingat dan ke arah tengah ketika membayangkan sesuatu. Matanya banyak bergerak ke kanan dan ke kiri. Anak tipe visual biasanya memperhatikan penampilannya dan menyukai fashion.

Anak tipe visual jika menunjuk sesuatu ia menunjuk dengan menglurukan tangan disertai jari telunjuk.

Anak tipe auditory

Biasanya anak tipe ini suaranya jelas ketika membaca.

Intonasinya suaranya bermacam-macam, kadang naik dan kadang turun. Kadang intonasi suaranya suaranya sedang datar-datar saja dan kadang rendah. Anak tipe auditory berjalan dan berlari dengan mudah.

Sedangkan kecepatan berbicaranya biasanya sedang.

Anak tipe ini biasanya menggunakan kalimat-kalimat yang pendek. Kadang kali pembicaraannya dipenuhi suara-suara seperti lonceng, berteriak, tenang, gema, dan tepuk tangan.

Kepalanya suka condong ke kanan dan ke kiri seperti orang yang berbicara di telepon. Anak tipe ini memiliki kemampuan menirukan orang lain. Ketika mendengarkan kadang ia meletakkan tangan di bibirnya atau kedua pipinya. Hal itu menunjukkan adanya sesuatu di dalam dirinya.

Adapun matanya, biasanya mengarah ke arah tengah, ke arah kedua telinganya. Anak tipe ini biasanya bernafas secara pelan dan horisontal dari dada.

Anak tipe ini khas, biasanya bersifat sosial dan disukai. Mendengar dengan baik dan suka ngobrol dan berdiskusi dan bermacam-macam kegiatan. Bagi anak tipe ini, berbicara lebih mudah dari pada menulis.

Suara biasanya akan menarik perhatiannya, mengingatnya dengan kuat. Anak tipe ini akan lebih mudah menyebutkan apa yang ia dengar dari pada apa yang ia lihat dan saksikan.

Anak tipe sensory

Anak tipe sensory berbicara dengan lambat. Suaranya liruh. Memperhatikan detil sesuatu tidak penting adalah ciri bagi anak tipe ini. Anak tipe sensory lebih banyak diam.

Berbicara dengan akses dan intonasi yang pelan dan menggunakan kalimat yang panjang dipenuhi dengan makna-makna sensori seperti: susah, memancar, dinamis, tekanan, berpengaruh, panas mendidih, bahagia dan marah.

Matanya lebih banyak mengarah ke bawah, bernafas dalam dan pelan sekali. Banyak bergerak dan meraba orang lain untuk mencari perhatian mereka.

Menggunakan tangan sebagai penunjuk selama membaca. Warna mukanya bersinar setiap kali mulai tertidur. Isyarat-isyaratnya kurang sekali. Anak tipe ini bersifat spontan. Mendekat kepada orang yang berbicara dengannya.

Lebih mengutamakan melakukan sesuatu dengan tangannya. Kedua telapak tangannya ke arah dalam.

Mementingkan emosi dan perasaan.

Menyukai aktivitas-aktivitas dengan tengan.

Belajar melalui pengalaman (meraba). Menyukai cerita dan terpengaruh dengannya.

Jika orang tua mengetahui sistem ekspresi anak-anak, orang tua dapat mempengaruhi mereka dengan apa-apa yang sesuai dengan tipe mereka.

Jika Anda ingin mempengaruhi anak tipe visual, maka gunakan kata-kata Anda secara cepat dan dengan suara keras. Gunakan sarana-sarana peraga (simbol, tulisan, dan gambar). Paparkan masalah secara umum, dan jangan mendekat ke arahnya.

Sedang jika anak Anda bertipe auditory, maka gunakan kata-kata dengan kecepatan sedang, bernafaslah dengan cepat dan sedang. Paparkan masalah secara global. Perhatikan intonasi suara Anda dan tingkatnya selama berbicara dengannya.

Adapun jika anak Anda bertipe sensory, gunakan kata-kata dengan tenang dan lambat, bernafaslah dalam. Paparkan masalah secara detil. Mendekatlah ke arahnya dan puaskan perasaan dan raba dia.

2. Gali strategi ekspresi anak Anda

Banyak orang memiliki gabungan lebih dari satu tipe.

Kadang ada yang menggabungkan antara tipe audio dan visual jadi tipenya audiovisual. Kadang menggabungkan antara tipe audio dan sensory jadi tipenya audiosensory.

Atau, menggabungkan antara tiga tipe. Karena itu, harus diketahui strategi ekspresi apa yang digunakan anak dalam pembentukan pengalamannya. Untuk menjelaskan hal itu, kita ambil contoh perasaan permusuhan terhadap saudaranya.

Perasaan bermusuhan kepada saudaranya

Jika anak memiliki rasa permusuhan kepada saudaranya maka orang tua harus mengetahui strategi yang dianut dalam pembentukan perasaan bermusuhan kepada saudaranya itu.

Kemudian orang tua harus mengubah urutan perasaan itu sehingga rasa bermusuhan itu berubah.

Hal itu bisa dilakukan dengan mengikuti langkah-langah berikut:

  1. Orang tua melihat kembali kepada kondisi permusuhan kepada saudaranya dan mengingatkan sikap bermusuhan dan dilakukan oleh anak itu kepada saudaranya. Seperti memukul, merusak kepunyaan saudaranya atau yang lainnya.
  2. Tanyakan kepadanya apa yang pertama kali, membuatnya merasa bermusuhan dan tidak suka kepada saudaranya. Apakah sesuatu yang ia lihat, atau sesuatu yang ia dengar atau sesuatu yang ia rasakan?
  3. Biarkan ia memberitahu Anda kemudian perhatikan gerakan matanya, kedua tangannya, raut mukanya, dan kata-kata yang ia gunakan dalam pembicaraannya.
  4. Jika anak itu memberitahu Anda bahwa ia melihat sesuatu yang tidak ia sukai terhadap saudaranya, tanyakan intensitas gambaran atau sesuatu yang ia lihat dan warna sesuatu itu, apakah sesuatu itu warnanya bersinar atau buram.Sedangkan jika ia memberitahu Anda bahwa ia mendengar kata-kata saudaranya yang membangkitkan ketidaksukaan di dalam dirinya, tanyakan apakah suara itu keras atau lemah, apakah nadanya tinggi atau rendah?
  5. Demikian pula tanyakan kepadanya, “Apa yang Kamu dengar sesudah itu?”, “Apa yang terjadi sesuadah itu?”, “Apakah Engkau berkata membayangkan sesuatu di benakmu?”, “Atau perasaan tertentu muncul di dalam dirimu?”

Sebagian anak tahapan mereka dalam bentuk (ME, BI, PI).

  • Maksudnya ME (mendengarkan eksternal) yaitu mendengar saudarnya sedang mencelanya.
  • Lalu BI (berbicara internal) yaitu berbicara dengan dirinya sendiri seakan mencela dirinya.
  • Kemudian PI (perasaan internal) yaitu merasa tidak suka dan benci.

Mengubah perasaan benci menjadi suka

Jika orang tua ingin mengubah perasaan benci yang dirasakan anak itu kepada saudaranya, maka orang tua wajib mengikuti tahapan yang sama dengan tahapan anak dalam membentuk ketidaksukaan dalam diri anak itu sebagai berikut:

  1. Mintalah dari anak itu untuk menarik nafas dalam dengan menghirup udara, melalui hidup selama empat detik. Kemudian, menahannya di dalam dalam dada selama delapan detik dan mengeluarkan udara itu melalui mulut selama empat detik.
  2. Mintalah dia untuk duduk santai dan tenang.
  3. Mintalah dia memejamkan kedua matanya dan (seakan) ia mendengar suara saudaranya berkata: “Saya mencintaimu dan saya suka kamu ikut bermain bersama saya dan kita bisa berbicara bersama.”
  4. Mintalah dia membayangkan saudaranya menciumnya dan memberikan hadiah yang indah dan banyak.
  5. Mintalah dia membesarkan gambar bayangan itu dia dalam khayalannya dan menjadikannya lebih bersinar dan cerah.
  6. Mintalah ia membayangkan ketidaksukaannya kepada saudara itu keluar dari hatinya sebagai bola hitam dan keluar melalui jendela lalu jatuh ke api dan terbakar kemudian api itu tersiram air.
  7. Minta dia membayangkan rasa suka kepada saudaranya masuk ke hatinya dan memenuhi hatinya dengan kegembiraan dan kesenangan.

3. Membangun kesesuaian bersama anak-anak

Jika Anda mendapati anak Anda telah memilih jalan yang tidak Anda inginkan. Misalnya anak Anda ingin bermain bersama teman-temannya sedangkan Anda ingin agar ia mengisi waktunya dengan belajar dan sesuatu yang serius untuk merealisasi masa depan yang lebih baik.

Anda ingin ia menjadi anak yang saleh dalam tingkah laku dan akhlaknya, tidak mengenal sesuatu yang memabukkan dan obat-obatan. Masalahnya adalah bagaimana Anda bisa meyakinkan anak-anak Anda?

Sesungguhnya membangun kesesuaian (keharmonisan) dan kedekatan dengan anak-anak akan sangat membantu Anda dalam masalah ini. Sebelum Anda berbicara dengan anak Anda, bangun kesesuaian (keharmonisan) dengan dia. Hal itu bisa dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

Meniru

Bicara dengannya tentang suatu masalah. Selama itu tirukan dia dalam gerakan, ucapan, cara bernafas dan gerakan kedua matanya tanpa ia merasa bahwa Anda menirukannya.

Penyesuaian

Lanjutkan dalam meniru dia beberapa detik sambil Anda terus saja berbicara.

Kepemimpinan

Jika Anda ingin mengetahui sjauh mana pengaruh Anda kepadanya, ubah gerakan Anda berbeda dengan gerakan dia, kemudian amati.

Jika ia meniru (mengikuti) gerakan Anda itu artinya telah mengambil kendali atasnya. Pada kondisi itu ia telah siap sepenuhnya untuk menyesuaikan terhadap masalah apapun yang ingin Anda diskusikan dengannya. Maka mulailah pembicaraan yang Anda inginkan dengannya. Jika ia belum menirukan (mengikuti) gerakan Anda maka usahakan sekali lagi untuk membangun keserasian dengannya.

4. Ketahuilah bagaimana berdialog dengan anak

Sebelum berupaya menyakinkan anak dengan suatu masalah tertentu, orang tua wajib mengetahui tipe anak dan bagaimana ia berpikir.

Apakah ia termasuk orang yang mengutamakan meraih kesenangan, atau termasuk orang yang memfokuskan perhatian terhadap upaya menjauhi penderitaan?

Apakah ia termsuk orang yang terpengaruh dengan pembicaraan orang lain di sekitarnya? Atau sebaliknya ia lebih terpengaruh dengan pembicaraan internal dirinya sendiri?

Apakah ia termasuk orang yang memperhatikan kepentingan pribadi?

Atau termasuk orang yang memperluas lingkup perhatiannya untuk memperhatikan kepentingan-kepentingan orang lain?

Apakah ia termasuk orang-orang yang lebih memfokuskan perhatian terhadap aspek-aspek perbedaan? Atau sebaliknya termasuk orang-orang yang lebih menekankan aspek perasamaan diantara sesuatu?

Apakah ia termasuk orang-orang yang mudah diyakinkan dengan cepat dengan sekali penjelasan saja? Atau sebaiknya termasuk orang-orang yang memerlukan beberapa kali penjelasan untuk membuat dia yakin.

Apakah ia termasuk orang-orang yang melakukan berbagai kegiatan secara terpaksa? Atau sebaliknya termasuk orang-orang yang keinginan dan hasrat lebih mendorong untuk melakukan aktivitas?

YUK USAHAKAN ANAK KITA MENJADI SHOLEH & SEHAT, DAMBAAN KELUARGA & PERADABAN! 😊

Dapatkanlah konten-konten ilmu parenting Islami melalui email Anda!

Daftarkan email Anda pada Newsletter Syi’ir!