Macam-Macam Batuk pada Anak, Ada 6 Nih, Coba Cek Anak Anda Kena yang Mana?

macam-macam batuk pada anak

Memang usia anak-anak tidak jarang batuk. Apalagi sekarang kurang jelas musimnya, kadang bisa panas, kadang bisa hujan terus-menerus.

Namun, kalau memang pada anak-anak, biasanya bisa sembuh dengan sendirinya.

Tapi itu biasanya sih. Dari situ makanya kita mesti tahu macam-macam batuk pada anak itu ada apa saja.

Soalnya ada sebagian sakit yang gejalanya itu batuk, bisa bahaya kalau cuman melakukan pengobatan dan perawatan di Rumah, maka juga membutuhkan perawatan dokter sih sebaiknya.

Karena kan sebenarnya batuk itu bukan sebuah penyakit, tapi gejala saja. Betuk itu bentuk pertahanan yang dilakukan oleh tubuh, untuk menjaga saluran pernapasan. Itu bentuk reaksi tubuh kita, ketika menghadapi iritasi tenggorokan terhadap asap, debu-debu, lendir, makanan, dan minuman.

Nah, maka, apa saja macam-macam batuk pada anak tersebut? Berikut ini beberapa diantaranya.

solusi alami redakan batuk pilek anak tanpa antibitoik

Biasa dapat dibedakan berdasarkan bunyi batuknya dan gejala yang menyertai batuk tersebut.

1. Batuk berdahak

Ini jenis batuk yang biasa timbul bersamaan ketika anak terkena flu. Akibatnya:

  • Hidung jadi berair, kemudian tersumbat
  • Mata juga kadang berair
  • Nafsu makan menurun
  • Tenggorokan sakit

Batuk yang bersamaan dengan flu ini biasanya bisa sembuh sekitar 1 mingguan, atau paling lama 2 minggu.

Oh iya kadang pileknya duluan sembuh, tapi batuknya belum. Kadang batuknya sembuh belakangan, beberapa hari setelah pileknya sembuh.

Namun, kalau ada demamnya, udah gitu ingusnya mulai jadi agak hijau gitu warnanya; maka ada baiknya diperiksa ke dokter. Soalnya khawatirnya terjadi infeksi bakteri pada tubuhnya.

Paling nggak, Anda bisa menggunakan alat diffuser (pelembab udara); kalau bisa sekalian dengan essential oil-nya; mandi dengan air hangat, juga coba konsumsi makanan dan minuman yang hangat-hangat. InsyaAllah bisa membantu melegakan saluran napas anak, juga meredakan sakit tenggorokannya.

2. Batu kering saat malam hari

Kalau batuk kering saat malam hari ini bisa jadi karena beberapa hal.

  1. Bisa jadi itu gejala asma.
  2. Bisa jadi karena dia berbaring saat tidur, sampai hidungnya tersumbat, terus jadi mengalir ke tenggorokan, dan akhirnya menimbulkan iritasi.

Tapi itu bisa jadi yaa, belum tentu juga. Kalau soal asma, mesti dilihat lagi tanda-tanda lainnya, bukan soal batuknya doang. Misalnya, tubuhnya juga kurus, kalau bernafas dadanya terlalu diangkat, juga mudah lelah dibandingkan anak-anak lainnnya; jika seperti lebih memungkinkan kalau itu asma. Tapi tetep baiknya diperiksa ke dokter terlebih dahulu, itu asma apa bukan.

3. Batu rejan

Batuk rejan ini kadang dikenal dengan istilan lainnya, batuk pertusis.

Batuk rejan ini terjadi karena bakteri yang namanya pertusis. Bakteri tersebut menyerang saluran pernapasan. Jadinya, saluran pernapasan kita jadi meradang, menyempit, dan terhalangi.

Terutama pada anak-anak yang masih usia bayi di bawah 1 tahun, yang notabene sistem imunnya belum kuat, bisa saja tentu memiliki resiko terserang bakteri ini. Kadang ini bisa terjadi pada anak, karena dia belum diberikan vaksinasi. Khususnya vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus).

Gejala awal-awalnya itu, kayak flu gitu. Kemudian beberapa hari kemudian, bisa jadi lebih seminggu, akan muncul batuk. Batuknya cepat dan menyembur. Malah bisa jadi ada muntah-muntah juga. Kadang juga tersedak, soalnya napasnya berhenti sebentar.

Batuk rejan ini bisa jadi cukup lama sembuhnya. Ada yang bisa berbulan-bulan. Makanya kalau Anda pernah denger istilah “batuk 100 hari”, nah maksudnya mungkin batuk rejan ini.

Udah gitu, gampang menular juga. Bisa menular melalui cairan dari tubuh yang terinfeksi, seperti misalnya cairan yang keluar saat batuk-batuk dan bersin-bersin. Jadi orang-orang di sekitar, mesti hati-hati.

Beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa kalau cara mengatasi batuk rejan pada bayi ini, mesti dirawat di Rumah sakit dan diberi antibiotik.

4. Batuk serupa mengi

Batuk serupa mengi ini dia mirip seperti mengi pada gejala asma.

Oh iya mungkin ada yang belum paham apa itu mengi, mengi itu maksudnya suara napas yang mirip kayak siulan gitu. Bunyinya kayak “Ngiik… Ngiik..” bernada tinggi gitu.

Selain itu, biasanya batuknya agak mereda atau malah nggak batuk sama sekali saat siang hari, tapi malah kambuh lagi kalau udah malam, atau sore-sore juga bisa. Terutama sebenarnya kalau suhu lagi dingin. Kadang suhu ini lah yang jadi problemnya sekaligus kuncinya.

Ini sebenarnya juga biasa terjadi pada bayi hingga balita, sekitar usia 6 bulan, hingga 3 tahun.

Apa yang menjadi penyebabnya? Kok bisa?

Karena, terjadi infeksi saluran pernapasan, yang kemudian mempengaruhi tenggorokan (trakea), saluran udara ke paru-paru (brongkus), sama kotak suara (laring).

Jadinya, terjadi peradangan, atau dipenuhi lendir-lendir. Hingga kemudian terjadi sumbatan di jalan napas bawah..

Biasanya, selain batuk, dia juga jadi lebih cepat bernapasnya.

Terus, jadinya mesti gimana dong?

Sebagaimana yang kita bahas sebelumnya, kunci yang bisa jadi problemnya itu, kadang letaknya di suhu sekitar. Maka, paling nggak, untuk meringankan, .pastikan agar anak tak kedinginan.

Bisa diberi makanan dan minuman yang hangat, pakaian dan tempat yang hangat, atau juga bisa menyalakan diffuser untuk melembabkan ruangan supaya suhu kamarnya jadi lumayan hangat. Dengan begitu, insyaAllah bisa membantu meringankan jalan pernapasannya.

Selain itu, bantu perbaiki kondisi ‘psikologis’nya agar ia bisa tenang, tidak terus menangis, gelisah, dan rewel.

Oh iya, sama satu lagi, hati-hati jangan sampai anak dehidrasi. Pastikan kebutuhan asupan airnya tercukupi.

Sebenarnya batuk jenis ini insyaAllah bisa ditangani di Rumah saja, tidak mesti selalu ke dokter. Meski tentu baiknya tetep mengonsumsi obat.

Tapi kalau sudah lama kondisinya tak kunjung membaik, maka bagusnya coba periksa ke dokter.

Atau, pada kasus batuk mengi tertentu yang muncul secara tiba-tiba, bernapasnya pun tiba-tiba jadi sulit juga, bahkan mengi-nya cukup panjang bermenit-menit hingga warna kulit di sekitar mulutnya berubah; maka baiknya segera dibawa ke dokter.

5. Batuk tersengal-sengal

Kadang ini terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun.

Tanda-tandanya, yaa batuknya tersengal. Selain itu, bernapasnya jadi cepat, dan suaranya terdengar serak.

Bisa jadi, anak mengalami infeksi bronkiolis. Bronkiolitis, istilahnya. Bronkiolitis adalah sebuah kondisi pada diri kita, ketika saluran kecil yang ada di paru-paru, itu berlendir dan mengalami pembengkakan.

Untuk penanganan yang tepatnya seperti apa, barangkali baiknya perlu dikonsultasikan ke dokter. Karena pada kasus tertentu, bisa termasuk kasus yang berat, sehingga anak perlu perawatan di Rumah Sakit untuk mendapatkan cairan, obat-obatan, dan oksigen.

6. Batuk karena stridor

Stridor itu istilah kondisi ketika suara napas menjadi berisik dan agak kasar, ketika anak sedang menghirup napas.

Stridor terjadi karena ada pembengkakan di jalan napas, yang dikarenakan croup (virus).

Bisa jadi itu epiglotitis. Kalau sudah begini, cukup bahaya. Karena, epiglotis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke paru. Sebab pembengkakan pada epiglotis itu seringnya karena infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Meski bisa jadi juga karena sebab lain, seperti cedera di tenggorokan, luka bakar dari terkena air panas, atau karena infeksi bakteri dan virus lainnya.

Kalau sudah muncul gejala suara napas yang berisik dan agak kasar begitu, ada baiknya coba diperiksa oleh dokter.

Nah, begitulah

Jadi, memang yang mendasari kenapa anak batuk itu banyak macamnya. Kita mesti memperhatikan gejala-gejala lain selain batuknya.

Batuk yang dikarenakan penyakit lumayan ringan biasanya flu. Dan biasanya penanganannya pun lebih mudah.

Tapi kalau batuk dan gejala lainnya sudah cukup berat, anak semakin merasa menderita, maka ada baiknya dicoba dibawa ke dokter.

solusi menyenangkan atasi anak susah tidur