16 Penyebab Kenapa ASI Tidak Keluar Lagi (Updated)

penyebab asi tidak keluar

Apakah ASI Anda tidak keluar lagi? Kira-kira apa ya penyebab asi tidak keluar gitu? 😕

Padahal para bunda lainnya, biasa aja. ASInya langsung keluar setelah melahirkan. Hmmm…. 🤔

ASI adalah kemampuan eksklusif yang hanya bisa dilakukan oleh ibu sebagai wujud cintanya kepada sang bayi, pun yang notabene punya banyak manfaatnya ASI tersebut bagi sang ibu dan sang bayi.

Sayangnya, sering kali dijumpai banyak kendala yang menyebabkan ibu tidak bisa menikmati waktu menyusui si buah hati, pasca persalinan. Dikarenakan, ASInya tidak keluar lagi.

Pada dasarnya, setiap wanita yang selesai melahirkan akan memiliki kemampuan untuk mengeluarkan ASI. Namun, pada beberapa kasus, ASI pada ibu tidak bisa atau sulit sekali untuk keluar, sekalipun telah dipancing dan bayi benar-benar telah membutuhkan.

Setiap ibu rupanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda terkait produksi ASI. Pada sebagian ibu, ASI langsung keluar beberapa saat setelah melahirkan. Ada pula yang tiga hingga empat hari kemudian, bahkan ada pula yang tidak keluar lagi sama sekali.

Lantas, apa penyebab ASI pada ibu tidak keluar? Berikut ini penjelasannya kenapa..

1. Karena sudah mulai jarang menyusui, atau karena terlalu fokus pada salah satu payudara saja

Apabila ibu rajin menyusui anak, maka tubuh ibu akan mengeluarkan hormon oksitosin yang penting agar ASI senantiasa lancar keluar.

Selain itu, pikiran bawah sadar ibu akan terbiasa tatkala bayi menyusu, maka ASI akan lebih intens dan lebih banyak keluar.

Nah, maka berlaku pula sebaliknya, apabila ibu jarang menyusui, tidak heran ASI pun yang lebih sukar daripada sebelumnya saat masih rajin menyusui.

Oh iya, satu lagi, pastikan pula kedua payudara senantiasa dipakai untuk menyusui. Jangan salah satunya saja. Barangkali Anda bisa diganti setiap 20 menit. Kalau sudah 20 menit, ganti ke payudara sebelah kiri, misalnya. Sudah 20 menit lagi, ganti ke payudara sebelah kanan lagi. Begitu seterusnya.

2. Terlalu kelelahan

penyebab asi tidak keluar

Tubuh yang lelah, lemah, letih, lesu, lemas, bisa jadi akan sulit bekerja sebagaimana biasanya.

Faktornya bisa karena berbagai hal, seperti misalnya memang banyak aktivitas, atau jarang minum sehingga dehidrasi, atau kurang darah, atau mungkin karena jarang olahraga jadinya fisik melemah.

3. Efek dari beberapa obat-obatan

mengapa asi tidak keluar

Ada sebagian macam obat-obatan yang bisa mempengaruhi turunnya jumlah ASI. Misalnya, golongan antihistamin, dekongestan (pelega nafas), dan diuretik.

Terutama biasanya sih kasusnya itu, karena obat kontrasepsi hormonal sebagian macam pil KB. Misalnya pil KB yang mengandung estrogen, bisa menurunkan jumlah ASI yang diproduksi.

Maka, ada baiknya kalau memang harus menggunakan pil KB namun di saat yang sama harus menyusui, jika memungkinkan, gunakanlah hanya obat yang mengandung progesteron saja.

Atau, bisa Anda konsultasikan ke dokter.

4. Efek samping dari kurang tepat menjalankan program diet tertentu, sehingga mengakibatkan dehidrasi

kenapa asi tidak keluar setelah melahirkan

Metode diet memang ada banyak macamnya. Baik yang aman, maupun yang kurang aman, bahkan yang tidak aman. Masing-masingnya pun ada terbagi beberapa macam metode lagi. Misalnya walaupun metode yang aman, tapi ada banyak juga pembagian macam metodenya lagi.

Nah, beberapa metode tersebut, memang ada yang memiliki efek samping tertentu. Meski beberapa diantaranya, ada yang bisa diantisipasi sih biar efek sampingnya tidak terlalu membahayakan.

Seperti misalnya, ada metode diet yang membuat kita jadi lebih mudah melakukan sekresi-sekresi. Termasuk, keringat. Bila kita terlalu banyak berkeringat, maka kita harus banyak minum air pula. Kalau tidak, maka bisa jadi dehidrasi.

Nah, kadang hal ini kurang diperhatikan, dan malah jadi salah paham menyalahkan metode dietnya. Padahal, problem-nya itu karena kurang banyak minum airnya. Bukan karena metode diet ataupun suplemen dietnya.

Kalau sudah dehidrasi, maka kualitas dan kuantitas ASI pun bisa berkurang drastis, susah keluar lancar lagi.

5. Payudara mengalami cedera atau pembengkakkan

Pembengkakan pada salah satu kelenjar payudara setelah melahirkan dapat mengganggu produksi ASI.

Penyebab bengkaknya sendiri sebenarnya ada beberapa hal.

Misalnya, suntikan infus yang cukup banyak saat proses persalinan, kadang bisa membuat bayudara membengkak.

Kalau sudah begitu, memang yang perlu dilakukan adalah menunggu pemulihan pembekakan tersebut agar normal kembali. Atau kalau perlu diobati, coba obatilah.

InsyaAllah kalau sudah tidak bengkak lagi, maka ASI bisa keluar lancar seperti biasanya lagi.

6. Stress

kenapa asi tidak keluar lagi

Gangguan psikologis yang mungkin dialami ibu setelah melahirkan juga dapat mengganggu produksi ASI.

Namun setelah psikis ibu normal, kemungkinan besar ASI juga akan lancar kembali.

7. Melahirkan dengan operasi sesar, namun sebenarnya masih ragu, hingga akhirnya stress

Sebenarnya sih operasi sesar ini bukan penyebab pastinya. Bisa jadi aja.

Operasi sesar yang tidak terencana, dapat memungkin menjadi kendala keluarnya ASI.

Termasuk apabila secara mental ibu belum benar-benar yakin untuk melakukan operasi sesar, sehingga mengakibatkan stress. Jadi, seperti yang sebelumnya dipaparkan, stress membuat ASI jadi sulit untuk keluar.

Air susu jadi membutuhkan waktu lama untuk bisa diproduksi.

Sekalipun demikian, biasanya kendala ini hanya masalah waktu, dalam hitungan hari atau minggu umumnya ibu yang melahirkan dengan sesar akan mampu menghasilkan ASI dengan baik.

Itu terkait sesarnya. Namun terkait stress-nya, ada baiknya segera diredakan.

8. Anemia

Anemia, atau kurang kadar hemoglobin pada darah, ini ada hubungannya juga dengan poin nomor 2 di atas, yang jadi sebab kelelahan.

Meski memang tergantung ‘level’ anemianya juga seperti apa dulu, masih ringan atau benar-benar parah.

Terutama kalau memang ibu mengalami pendarahan. Ntah karena luka, karena terapi tertentu, atau karena persalinan, atau yang lainnya. Apalagi kalau darah yang keluar sampai 500 ml. Banyak banget gitu.

Keluar banyak darah gitu, bisa mengganggu kerja kelenjar hipofisis pada otak yang mengontrol hormon laktasi.

9. Terdapat plasenta yang tertinggal setelah melahirkan

asi tidak keluar lagi

Plasenta yang tertahan atau apapun yang mempengaruhi fungsi plasenta, bisa menyebabkan penundaan keluarnya ASI.

Selain itu, bagian plasenta yang tertinggal setelah melahirkan dapat menyebabkan pendarahan. Kalau seperti ini, jadi seperti yang sebelumnya kita bahas pada poin nomor 8 sebelumnya.

Melalui pemeriksaan USG, dokter akan mengambil tindakan terkait plasenta yang tertinggal sehingga jalan ASI tak akan terhambat lagi.

10. Akibat dari diabetes

Kalau penderita diabetes itu kan, ada masalah di insulinnya. Padahal, insulin itu penting bagi produksi ASI.

Diabetes itu kan ada 2 jenis:

  1. Diabetes melitus tipe 1. Yaitu, diabetes yang disebabkan oleh tubuh yang tidak cukup memproduksi insulin.
  2. Diebetes melitus tipe 2. Yaitu, diabetes yang disebabkan oleh tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik.

Masalah pada insulin ini yang mempengaruhi ASI.

Kalau fluktuasi insulin cukup besar, bisa berdampak pada cadangan ASI.

Tapi, nggak selalu semua ibu yang punya diabetes akan bermasalah ASInya. Intinya dengan tetap mengontrol kadar gula darah dan kadar insulin, insyaAllah bisa membantu menjaga produksi ASI tetap stabil.

Emang sih, ibu yang hamil memiliki resiko untuk terjangkit diabetes. Namanya diabetes gestasional (diabetes saat kehamilan).

Diabetes gestasional itu, adalah gangguan yang kerap terjadi pada paruh terakhir masa-masa kehamilan. Penyakit ini timbul, tatkala kadar glukosa cukup tinggi.

Kok bisa muncul begitu?

Karena, selama  kehamilan,  plasenta  ibu  menghasilkan  sebuah  hormon. Hormon  inilah  yang mencegah insulin bermetabolisme menjadi energi. Hal ini menyebabkan tingkat gula darah meningkat, dan risiko diabetes pun ikut meningkat.

11. Karena obesitas

Kelebihan berat badan juga dapat mengakibatkan ASI susah keluar. Atau, keluarnya hanya sedikit.

Meski memang tidak selalu, tergantung penyebab obesitasnya tergantung karena apa dulu.

Kalau seseorang mengalami obesitas karena metabolismenya terganggu, sindrom ovarium polikistik, atau hipertiroidisme; bisa mempengaruhi cadangan ASI.

12. Gestational ovarian theca lutein cysts

Gestational ovarian theca lutein cysts. Kista ini berkembang, pada saat kehamilan. Ia dapat menyebabkan kadar hormon testosteron meningkat. Sehingga, ia menekan produksi ASI setelah melahirkan.

Penelitian menunjukkan, bahwa kadar hormon testosteron menurun setelah 3-4 minggu sejak kista diatasi, dan pada akhirnya proses menyusui dapat berjalan normal.

13. Kurang nutrisi

penyebab asi berkurang pada ibu menyusui

Ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui. Jika nutrisi-nutrisi ini kurang Anda dapatkan, bisa jadi ini yang menyebabkan ASI tidak susah keluar atau bahkan tidak keluar lagi. Yakni:

  • Kalium. Kebutuhan (AKG 2013): 5100 mg per hari
  • Kalsium. Kebutuhan (AKG 2013): 1200-1300 mg per hari (kebutuhannya menurun sesuai usia)
  • Kolin. Kebutuhan (AKG 2013): 500 mg per hari
  • Lemak. Kebutuhan (AKG 2013):
    • 6 bulan pertama menyusui: 71-86 gram per hari (kebutuhannya menurun sesuai usia ibu).
    • 6 bulan kedua menyusui: 73-88 gram per hari (kebutuhannya menurun sesuai usia ibu).
  • Protein. Kebutuhan (AKG 2013): 76-77 gram per hari.
  • Vitamin C. Kebutuhan (AKG 2013): 100 mg per hari
  • Vitamin E. Kebutuhan (AKG 2013): 19 mg per hari
  • Zat besi. Kebutuhan (AKG 2013):
    • 6 bulan pertama menyusui: 32 mg per hari.
    • 6 bulan kedua menyusui: 34 mg per hari.

Makanan dan minum apa saja itu? Untuk lebih lengkapnya, sudah pernah kita bahas pada artikel 6 Makanan yang Baik untuk Ibu Menyusui.

Atau yang lebih mudahnya, insyaAllah Anda bisa mencoba suplemen herbal yang bagus untuk ibu menyusui, seperti misalnya Madu For Mama Al-Mabruroh yang bisa Anda pesan di Syi’ir Store.

14. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

air susu tidak keluar setelah melahirkan

Kalau hanya sedikit kafeinnya sih, sebenarnya tidak apa-apa. Tidak terlalu mempengaruhi.

Tapi kalau banyak, baru bisa berpotensi mengganggu.

Kalau yang normalnya aman bagi ibu menyusui, itu sekitar 300 mg kafein per hari. Atau itu setara dengan 2-3 cangkir kopi per hari. Itu menurut laporan yang dirilis oleh Harvard School of Medicine.

Meski tentu kafein tidak hanya ada pada kopi, tetapi juga ada pada coklat, teh, dan lain-lainnya.

Biasanya sih:

  • Satu kaleng minuman kola (354 ml) mengandung sekitar 40 mg kafein
  • 50 gram cokelat: sampai 50 mg
  • Satu kaleng minuman energi: sampai 80 mg
  • Satu cangkir teh: 75 mg
  • Satu cangkir kopi instan: 100 mg
  • Satu cangkir kopi saring: 140 mg

Sebuah studi di Mayo Clinic Rochester Minnesota AS menunjukkan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari, sekitar 30% kandungan ASInya memiliki kadar zat besi yang rendah ketimbang ASI dari ibu yang minum sedikit kafein.

Peneliti juga menemukan, konsumsi kafein berhubungan dengan rendahnya pasokan ASI.

Tapi bagi yang ada problem pada peredaran darah, ada baiknya berusaha sangat meminimalisir kafein.

15. Karena merokok

Rokok dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang diproduksi. Ia dapat membuat hormon prolaktin pada ibu menyusui mengalami penurunan secara signifikan, sehingga produksi ASI pun bisa berkurang.

Malam dalam beberapa kasus, rokok dapat membuat produksi ASI berhenti total… Akhirnya, ibu tak bisa lagi menyusui bayinya….

16. Karena alkohol

Wah, ini udah jelas. Haram pula kan. Seharusnya dengan keharamannya saja, sudah cukup untuk membuat kita untuk menjauhinya.

Namun selain karena keharaman yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syara’, ternyata secara empiris, alkohol juga dapat menghambat produksi ASI.

Alkohol ini dampaknya bagi masalah kesehatan, sungguh luar biasa.

Misal, terkait bermasalah pada ASI, alkohol dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi.

Selain itu, alkohol juga dapat membuat hormon menjadi tidak seimbang.

Jadinya tidak heran, semakin banyak mengonsumsi alkohol, semakin bermasalah ASInya.


Nah, setidaknya, begitulah 16 yang menjadi penyebab kenapa ASI Anda susah keluarnya tidak lancar lagi seperti sebelumnya.

Jadi kalau kita coba klasifikasikan sekalian me-review sebabnya, jadi karena ada beberapa faktor.

  1. Faktor saat persalinan
    • Karena sesar yang tak proporsional
    • Infus yang tak proporsional saat persalinan
    • Keluar banyak darah saat persalinan, sehingga anemia
    • Ada plasenta yang tertinggal
  2. Faktor kesehatan ibu
    • Anemia
    • Dehidrasi
    • Diabetes
    • Obesitas
    • Efek samping obat kontrasepsi, terutama yang hormonal seperti sebagian pil KB
    • Kurang nutrisi
    • Banyak merokok
    • Minum alkohol
  3. Faktor payudara ibu
    • Ada cedera atau pembengkakan pada payudara
  4. Faktor manajemen menyusui
    • Jarang menyusui
    • Terlalu sering menggunakan salah satu payudara saja, tidak berganti-gantian

Salah satu cara untuk merangsang keluarnya ASI adalah dengan memberikan ASI dini kepada bayi, yakni menyusui bayi segera setelah melahirkan sekalipun ASI sebenarnya belum keluar.

Kolostrum atau ASI pertama yang keluar dari payudara ibu amat baik untuk pencernaan dan pertumbuhan bayi.

Umumnya, ibu mengalami kesulitan keluar ASI antara satu hingga tiga hari setelah melahirkan.

InsyaAllah di artikel selanjutnya kita akan bahas solusinya, bagaimana cara melancarkan ASI ibu.

Jika sudah dicoba berbagai cara alami namun ASI belum juga mau diproduksi, sebaiknya ibu konsultasikan diri ke dokter agar mendapat penanganan.

Sumber gambar: PixabayFreepikRawpixel.com in Freepik.com, dll.

YUK USAHAKAN ANAK KITA MENJADI SHOLEH & SEHAT, DAMBAAN KELUARGA & PERADABAN! 😊

Dapatkanlah konten-konten ilmu parenting Islami melalui email Anda!

Daftarkan email Anda pada Newsletter Syi’ir!