13 Penyebab Bayi Susah Tidur (Lengkap)

penyebab bayi susah tidur

Setelah beraktivitas seharian, juga mengurus anak, rencananya pingin segera istirahat dengan pulas. Namun ternyata….:

  • Mata anak masih melek, masih mau ke sana ke mari, belum mau tidur
  • Atau malah masih menangis terus tak kunjung diam dan tidur
  • Atau mungkin tadinya sudah sempat tidur, namun tiba-tiba terbangun dan menangis
  • Atau mungkin sudah tidur, tapi ntah kenapa raut wajahnya gelisah, tidak nyenyak, khawatir dia kenapa-kenapa…

Padahal sudah mengantuk sekali… Pingin segera tidur karena besok masih banyak yang mesti dilakukan…

Apakah Anda kerap mengalami hal-hal demikian?

Kira-kira kenapa ya bayi bisa jadi susah tidur seperti itu?

Nah, biasanya, paling tidak ada 13 penyebab yang menjadikan kenapa anak bayi susah tidur.

1. Cukup sering tidak langsung menidurkan bayi saat dia sudah mengantuk

Jangan sampai bila bayi sudah menunjukkan indikasi-indikasi mengantuk, tidak segera ditidurkan, malah ditunda-tunda terlalu lama. Seperti misalnya:

solusi alami redakan batuk pilek anak tanpa antibitoik
  • Menggosok mata
  • Menguap
  • Gerakannya mulai melambat dibandingkan sebelum-sebelumnya
  • Sudah kurang semangat main-main
  • Rewel

Kalau sudah begitu, bisa jadi sudah saatnya bayi Anda tidur.

Jika indikasi-indikasi tersebut diabaikan, maka hormon melatoninnnya tak bisa terpicu.

Hormon melatonin ini hormon yang merangsang rasa kantuk.

Malah bisa jadi yang terpicu adalah hormon kortisol, hormon yang merangsang stress.

2. Jadwal tidurnya cenderung berubah-ubah, apalagi jarak perubahannya cukup jauh

Sebenarnya pada sebagaian bayi dan pada sebagian kasus, bisa jadi jadwal tidurnya bisa diatur. Walaupun ia belum terlalu mengantuk, atau baru sedikit mengantuk, ataupun memang sudah terlihat mengantuk.

Nah, bila memungkinkan, cobalah Anda menidurkannya di waktu yang kurang-lebih sama pada tiap harinya. Jangan sering berubah-ubah, apalagi kalau jarak waktunya terlalu jauh. Karena nanti akan menjadi kurang jelas kapan jadwal melek-tidurnya. Sehingga, wajar bila di waktu tertentu bayi jadi susah tidur.

3. Tempat tidurnya pun cenderung berubah-ubah, bahkan variasinya cukup banyak

Mirip dengan waktu tidur, ada baiknya tempat ia tidur pun juga diusakan konstan. Itu bisa membuatnya terpicu untuk biasa tidur kalau sudah di tempat itu.

4. Ritme sikardiannya memang belum stabil

Ritme sikardian, atau disebut juga dengan istilah jam biologis. Kita terbiasa melakukan sesuatu pada waktu tertentu. Misalnya, kita biasa mengantuk dan tidur kalau sudah jam 12 malam.

Nah, pada anak bayi, belum tentu semuanya bisa langsung punya jadwal-jadwal rutin seperti itu. Karena memang ia masih dalam proses tumbuh kembang anak.

Mayoritas bayi baru memiliki jadwal rutin tubuh seperti itu setelah usia 12 Minggu (sekitar 3 bulan). Tapi itu mayoritas sih yaa, bisa aja sebagian bayi lainnya membutuhkan waktu lebih lama.

Tapi paling tidak Anda tetep bisa mengusahakannya dengan menentukan jadwal tidurnya. Atau coba mengikuti jadwal kira-kiranya. Supaya dia bisa mulai membiasakan tidur di waktu itu.

5. Karena diajak main-main saat sebelum tidur

Bisa jadi penyebab dia susah tidur karena memang lagi bersenang-senang, lagi asyik-asyiknya bermain. Maka tentu dia tidak mau tidur.

Apalagi kalau ada suatu barang atau kejadian yang membuatnya tertarik.

Kalau zaman sekarang, misalnya smartphone. Ada surveynya, di Barat sih. Katanya, dari 715 orang tua, yang bayinya dikasih smartphone, akan cenderung lebih susah tidur di malam hari. Diduga karena HPnya itu memancarkan cahaya warna biru yang bisa menggangu produksi hormon melatonin.

Hormon melatonin ini hormon yang merangsang rasa kantuk, yang udah kita bahas di poin-poin sebelumnya.

6. Terlalu lelah, sehingga jadi rewel

Sebenarnya justru dengan bayi yang kelelahan, maka dia akan menjadi lebih mudah tidur. Namun, pada beberapa bayi, keburu rewel duluan ketika dia merasa lelah.

Kalau sudah seperti itu, selain tetap ditanggapi, bisa ditungguin saja dalam beberapa waktu kemudian dia akan tertidur juga dengan sendirinya.

7. Dia masih lapar

Ini alasan yang wajar, yang tak jarang terjadi.

Bisa jadi mungkin porsi makan sebelumnya terlalu sedikit, sehingga dia jadi mudah lapar kemudian.

Lebih wajar lagi apabila sebelumnya bayi Anda memang belum makan. Ntah mungkin karena satu dan lain hal, anak tidak nafsu makan, sehingga akhirnya dia tidak makan. Atau bisa jadi memang kita masih belum mengerti jadwal mau makannya sang bayi itu kapan saja. Bisa jadi sebelumnya dia sudah cukup makan, namun memang di waktu berikutnya, dia sudah lapar.

Umumnya sih, bayi baru lahir hingga usia 18 bulan (sekitar 1,5 tahun), dikasih makan setiap sekitar 4 jam. Atau, sesuai permintaannya. Jadi bisa saja dia tiba-tiba sudah lapar lagi saat sebelum tidur ataupun ketika lagi tengah-tengah tidur.

Kalau begitu, wajar, jadinya tidurnya susah. Malah tiba-tiba terbangun malam-malam.

Apalagi pada beberapa anak bayi tertentu perkembangan tubuhnya cukup pesat, ia bisa lebih sering merasa lapar.

Kalau memang kasus yang dialami bayi Anda seperti itu, barangkali Anda bisa coba usahakan untuk selalu siap menyediakan ASI untuknya.

8. Suara berisik di sekitarnya mengganggunya

Kalau ini kasusnya bisa jadi agak berbeda-beda sih. Tergantung si bayinya. Ada bayi yang susah tidur apabila suara di sekitarnya terlalu berisik.

Meski ada juga sebagian bayi yang bisa saja tetap ketiduran walaupun sedang ramai dan berisik.

9. Dia pingin digendong

Gendongan membantu bayi menjadi lebih rileks, membuatnya merasa nyaman, dan hangat. Sehingga, dia menjadi lebih mudah tidur.

Bila mulai tampak indikasi mengantuk namun masih susah tidur, maka coba lah untuk menggendongnya. Bisa disambil untuk mengusap-usap badannya, menggoyangkan tubuhnya ke kanan-kiri, atau juga menepuk dengan lembut badannya.

10. Pakaiannya membuatnya risih, bisa jadi popoknya kotor atau basah karena buang air

Ini suatu hal yang wajar, biasa, banyak terjadi. Maka kalau bayi Anda susah tidur, barangkali ini hal pertama yang mudah Anda cek terlebih dahulu.

11. Kurang cocok dengan suhu saat itu yang baginya mungkin terlalu dingin atau panas

Mirip dengan beberapa faktor penyebab di atas, intinya ketidaknyamanan membuat bayi susah tidur. Maka, bila dia tidak nyaman dengan suhu sekitar yang terlalu panas ataupun dingin baginya, dia akan menjadi susah tidur.

12. Akibat gejala penyakit yang membuatnya merasa tak nyaman

Sama juga, gejala penyakit membuat sang bayi tidak nyaman, dan akhirnya susah tidur. Seperti misalnya pusing, batuk, pilek, dan sebagainya.

13. Cahaya ruangannya terlalu terang

Cahaya yang terlalu terang bisa menghalangi tubuh untuk menghasilkan hormon melatonin.

Hormon melatonin itu, yang tadi itu, hormon yang merangsang rasa kantuk.

Nah, setidaknya, begitulah 13 hal yang biasa menjadi penyebab kenapa bayi Anda susah tidur.

Untuk solusinya, seperti apa, akan kita bahas pada artikel berikutnya, pada artikel cara menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur.

Kalau menurut Anda, kira-kira bayi Anda yang susah tidur itu karena penyebab yang mana kah?

Apa mungkin karena biasa diajak main-main sebelum tidur?

solusi menyenangkan atasi anak susah tidur

Atau karena waktu tidurnya berubah-ubah terlalu jauh?

Atau karena tempat tidurnya berubah-ubah terlalu sering?

Silahkan berikan komentar di kotak komentar di bawah ini yaa, bisa kita diskusikan bareng kok.