12 Penyebab Susah Hamil yang Jarang Diketahui, Bahkan Dispelekan

penyebab susah hamil
  • “Belum isi ya..?”
  • “Kok belum hamil..?”
  • “Eh kita kan nikahnya barengan, aku udah lahiran nih. KOK BISA SIH KAMU BELUM HAMIL?!”
  • “Yang seumuran kamu anaknya udah 3 loh, MASA KAMU BELUM ADA SATU PUN?!”
  • “Kapan nih momongannya lahir?”
  • “Mana nih dedeknya belum lahir-lahir…??”

Apakah Anda sudah terlalu sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan serupa begitu?

Padahal kita bukannya nggak pengen. Yah jelas pengen lah punya dedek lucu seperti teman-teman yang pada upload bayi-bayinya di Instagram.

Terkadang nyesek memang.

Apalagi kalau yang bertanya itu orang tua dan mertua. Bikin minder. Malah kadang jadi males keluar-keluar, karena ditanya begitu melulu. Meski udah berusaha sabar terus sih… Sambil tetap berusaha menjalankan berbagai macam tips dan program kehamilan.

Namun, tetap saja ternyata belum bisa hamil…

Hmm… kira-kira, kenapa ya? Apa penyebabnya kok tidak bisa hamil?

Sebenarnya, pada dasarnya susah hamil itu bukanlah suatu penyakit. Melainkan, suatu kondisi yang disebabkan karena satu atau beberapa penyakit. Nah, mencari tahu penyakit ini dan mengatasinya, itulah yang penting.

Nah, biasanya, setidaknya ada 12 yang menjadi penyebab kenapa seorang wanita bisa susah hamil.

Berikut ini penjabarannya. Silahkan Anda simak satu per satu, karena bisa jadi ada yang belum Anda ketahui.

Oh iya untuk sub judul yang berwarna ungu itu faktor pada istri ya, sedangkan yang warna biru itu faktor suami. Yang warna hitam, faktor keduanya.

1. Masih belum cukup berhubungan, atau bahkan jarang

Semakin jarang melakukan hubungan suami-istri, maka semakin kecil peluang pembuahan terjadi.

Apabila memang Anda dan pasangan masih jarang melakukan ‘hubungan’, seperti misalnya hanya beberapa kali dalam sebulan, atau sekali seminggu, maka Anda bisa mencoba meningkatkannya menjadi sekitar 2-3 kali selama seminggu.

Bila belum seperti itu, maka agak wajar pada pasangan tertentu, sang istri belum hamil.

Kecuali kalau sudah biasa berhubungan 2-3 kali dalam seminggu selama sekitar 1 tahun, namun belum hamil juga, barulah hal tersebut patut diduga barangkali tidak normal.

2. Mengalami obesitas

Obesitas, yaitu penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan. Atau, kegemukan yang berlebih.

Obesitas ini merupakan satu faktor yang banyak dialami. Sekitar 30% pasangan yang belum memiliki keturunan, dikarenakan salah satu atau keduanya mengidap obesitas.

Secara tidak langsung, obesitas terjadi dikarenakan banyak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, serta minuman yang demikian manis.

3. Tidak ada ovulasi (anovulasi)

Sebelumnya membahas anovulasi, perlu kita bahas sedikit terkait apa itu ovulasi. Hal ini ada hubungannya dengan persoalan haid dan masa subur.

Sekilas tentang ovulasi

Haid itu, dimulai saat dinding rahim meluruh dan keluar bersama darah dari vagina. Pada masa haid, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut, peristiwa ini disebut ovulasi.

Jadi, ovulasi ini termasuk satu proses yang terjadi di dalam siklus menstruasi wanita.

Kapan ovulasi terjadi? Umumnya, ovulasi terjadi sekitar 12–14 hari sebelum hari pertama haid selanjutnya. Jadi sekitar kurang-lebih 2 Minggu sebelum haid lagi. Yang pastinya, tergantung siklus haidnya berapa hari. Setiap orang kan berbeda-beda. Normalnya 28 hari. Tapi ada yang lebih dari segitu, ada yang kurang.

Terus, apa pentingnya kita tahu waktu ovulasi? Penting, terkait kesuburan

Nah, beberapa hari sebelum ovulasi, di situlah masa subur Anda. Kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi.

Umumnya, masa subur wanita adalah 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya.

Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama pada haid teranyar. Hal tersebut berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari. Namun, bila siklus Anda berbeda, Anda dapat mempelajari dan menghitung kapan masa subur Anda.

Nah begitulah…

Makanya, bisa susah hamil kalau tidak terjadi ovulasi (anovulasi)

Sedangkan anovulasi adalah, kebalikannya. Yakni, tidak dikeluarkannya sel telur dari indung telur (ovarium).

Anovulasi sendiri biasanya dikarenakan:

  • Sindrom ovarium polikistik
  • Gangguan hormonal lain
  • Obesitas atau penurunan berat badan ekstrem

Gejalanya adalah:

  • Tidak menstruasi (amenore)
  • Jarang menstruasi
  • Menstruasi tidak teratur
  • Peningkatan pertumbuhan rambut pada tubuh dan wajah

4. Siklus menstruasi yang tak teratur karena PCOS

Hal ini agak berkaitan dengan persoalan anovulasi sebelumnya.

Meski anovulasi tidak selalu dikarenakan PCOS, tapi PCOS ini dampak buruknya bisa mengakibatkan anovulasi.

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan ketidakseimbangan hormon yang dapat terjadi pada wanita di usia subur.

Wanita dengan PCOS, cenderung mengalami menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi terjadi lebih jarang, atau justru berkepanjangan (tidak selesai-selesai).

Siklus haid yang tidak teratur ini, dapat mengakibatkan siklus menstruasi menjadi tidak subur, lantaran tidak disertai ovulasi.

Nah, jika ovulasi tidak terjadi, maka pembuahan ovum dan sperma juga tidak akan terjadi. Sehingga, sulit bisa hamil.

Pemicunya bisa karena mutasi genetik, disfungsi tiroid, hiperprolatinemia, kondisi hormonal dan olahraga yang berlebihan.

5. Akibat dampak dari alat dan obat kontrasepsi

Pernah menggunakan alat dan obat kontrasepsi, juga dapat menimbulkan kesulitan untuk hamil.

Meski normalnya kalau berupa alat, bukan sebab utamanya. Melainkan kalau berupa obat-obatan yang dikonsumsi, seperti misalnya hormonal jangka panjang melalui suntik.

Hal tersebut dapat berakibat pada tidak normalnya siklus menstruasi.

Dan lagi-lagi, tidak normalnya siklus menstruasi bisa berhubungan dengan hal-hal sebelumnya yang sudah dibahas di atas.

6. Mengalami endometriosis

Endometriosis adalah, penyakit ketika jaringan tumbuh secara tidak normal pada luar rahim.

Di saat menstruasi, jaringan tersebut akan mengeluarkan darah. Dan, menimbulkan peradangan.

Sehingga, menyebabkan sakit dan perdarahan.

Terlebih kalau endometriosis terjadi pada tuba falopi. Ia dapat menimbulkan perlengketan, dan mengubah letak organ-organ kandungan, serta melepaskan zat yang bersifat racun untuk sel telur dan embrio.

Dengan begitu, maka sperma akan kesulitan untuk mencapai dan membuahi sel ovum. Akhirnya, proses pembuahan menjadi sulit terjadi.

Endometriosis ini merupakan sekitar 80% penyebab kenapa seorang wanita tidak subur.

Meski memang hal ini tidak pasti akan membuat seseorang wanita menjadi tidak bisa hamil sama sekali, hanya saja resiko kesulitan hamilnya cukup besar. Dari setiap wanita yang menderita endometriosis ini, 50%-nya yang kesulitan hamil.

Untuk lebih berhati-hati, ada baiknya dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

7. Terdapat masalah pada tuba falopi di tubuh wanita

Tuba Fallopi (atau Tabung Fallopi, yang dikenal juga sebagai oviduk atau buluh rahim), adalah dua buah saluran yang sangat halus yang menghubungkan indung telur dengan rahim.

Tuba Fallopi

Masalah di Tuba Fallopi itu ada beberapa. Bisa berupa sumbatan, bisa juga berupa kerusakan.

Untuk mengetahuinya, Tes HSG memungkinkan dokter melihat struktur rahim dan tuba falopi melalui X-ray.  Dengan demikian akan terlihat apakah tuba tertutup atau terbuka.

8. Terdapat tumor jinak

Tumor jinak pun juga bisa menyebabkan kemandulan.

Tumor yang berada di dalam rongga rahim, bisa menghambat implantasi atau pembuahan.

9. Turunnya jumlah sperma karena terlalu sering ‘berhubungan’

Jelas jumlah sperma yang menurun, sukar membuat istri hamil.

Nah, salah satu yang dapat menurunkan jumlah sperma, adalah akibat terlalu sering dikeluarkan. Tidak dibiarkan pulih terlebih dahulu dalam beberapa saat.

10. Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh yang tinggi

Lemak jenuh biasa terdapat pada beberapa cemilan dan makanan instan seperti snack, biskuit, pizza, dan gorengan.

Kalau terlalu banyak, maka bisa berakibatkan pada beberapa hal yang sudah kita bahas sebelumnya, seperti misalnya obesitas, dan problem pada ovulasi.

11. Terlalu banyak merokok

Pria yang cukup intens merokok, lebih memungkinkan menjadi kurang subur. Spermanya bisa menurun dan melemah pergerakannya. Sehingga ia susah berenang dan menembus sel telur.

Ilmuwan Universitas Saarland Mathias Montenarh membuktikan adanya perubahan negatif pada membran dan DNA sel sperma perokok. Pergerakan sperma terganggu dan sperma lebih mudah mati dibanding sperma bukan perokok.

“Pada asap rokok ada zat kimia yang mengubah DNA, sehingga tidak mampu untuk membuahi sel telur. Selain itu, sperma juga mengalami perubahan bentuk dan kecepatan sehingga tidak bisa mencapai sel telur dan pembuahan tidak terjadi. Inilah penyebab masalah kesuburan di kalangan perokok”, jelas Montenarh.

12. Stress

Stress pada suami maupun istri juga bisa menjadi penghambat.

Dalam beberapa kasus, stres akan menyebabkan seorang perempuan berhenti ovulasi. Sehingga periode haidnya berubah, atau berhenti sama sekali.

Nah, setidaknya begitulah 12 penyebab kenapa istri susah hamil. Semoga dengan begini Anda bisa menjadi lebih mendapatkan gambaran.

InsyaAllah kita akan bahas bagaimana solusinya pada artikel berikutnya.

Refrensi materi:

  1. https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/penyebab-sulit-hamil-pada-pasangan-subur/
  2. https://lifestyle.kompas..com/read/2018/01/06/133310020/kenali-7-penyebab-sulit-hamil
  3. https://www.alodokter.com/menghitung-masa-subur-wanita-setelah-haid
  4. https://www.alodokter.com/yang-perlu-diketahui-tentang-ovulasi
  5. https://www.dw.com/id/rokok-merusak-sel-sperma/a-18018886

YUK USAHAKAN ANAK KITA MENJADI SHOLEH & SEHAT, DAMBAAN KELUARGA & PERADABAN! 😊

Dapatkanlah konten-konten ilmu parenting Islami melalui email Anda!

Daftarkan email Anda pada Newsletter Syi’ir!